​Belajar untuk memahami segala permasalahan yang ada dengan pikiran yang tenang dan ikhlas menjalani, insyallah hidup kita akan indah 😇

Advertisements

Ayu #NulisRandom2017

Berbagai macam gejolak diri tak lagi bisa saya bendung ketika mendapatkan sebuah notifikasi line dari Mbak Ayu, yang berisi: 

Fan

Aku kangen bapakku 😭

Tanpa perlu dia bercerita, saya tahu bahwa setiap malam dia menangis merindukan sosok Ibu dan terlebih lagi Bapaknya beserta sepaket kenangan yang selama ini mereka lukis. 

Saya hanya bisa membalas: 

Jangan sedih mbak.. banyak-banyak doain Bapak dan Ibu aja. Karna doa itu salah satu cara terbaik untuk memeluk yang jauh  dimanapun berada dan akan menjadikannya terasa dekat. 

Di situ aja saya udah ngerasa sedih.. matanya udah ngecembeng. 

😭 

Udah beberapa hari ini setiap malem aku nangis terus fan.

I’m hopeless seperti hidup tidak punya tujuan lagi, begitu rasanya.

Aku kerja buat apa? Nggak ada yang aku senengin lagi.

Makanya aku jadi males-malesan banget.

I know, ketika orang yang begitu kita sayangi meninggalkan kita bukan untuk bepergian satu atau dua hari saja namun pergi untuk selama-lamanya. Hidup pasti akan terasa hampa.. semangat dalam diri kita seolah lenyap, separuh hati kita remuk menjadi sebutir debu yang entah angin akan meniupkannya kemana. 

Cinta dan kasih sayang orangtualah satu-satunya yang mampu mengisi hati, tulus murni apa adanya. Yang selalu menjadikan kita kuat dalam menghadapi rintangan hidup yang begitu besar. Yang slalu mengajarkan kebaikan. 

Wajah orangtualah yang mampu menyejukkan hati, menentramkan jiwa. Menghapus resah, gelisah, serta pilu. 

Senyum orangtualah yang memberikan kita semangat untuk terus melukiskan senyum itu, tak berniat ‘tuk meredupkannya. Karena senyum merekalah cahaya hidup kita. 

Kedua tangan orangtualah tempat kita pulang. Menemukan rumah yang begitu hangat, sejauh apapun kita mengembara. Tangan lembut itu lah yang telah membesarkan kita, mencarikan nafkah untuk kita, dan menunjukkan kita ke arah kebenaran.

Kenapa aku ditinggal sendirian fan?😭

Mbak, kita nggak pernah sendirian di dunia ini. Kita masih punya Allah SWT, masih punya saudara, dan teman-teman. 

Saya percaya Allah SWT tidak akan memberikan cobaan atau ujian yang begitu berat bagi hambanya jika hambanya tidak mampu ‘tuk melewatinya, karena cobaan atau ujian itu tak akan melebihi kapasitas kemampuan hambanya. Cobaan atau ujian itu pulalah yang akan mengangkat derajat seorang hamba. 

Selama kita berserah diri pada-Nya, maka kita tidak sendiri, Semua problema, semoga dapat mendewasakan diri kita untuk lebih baik dan lebih lebih lebih mendapat Kesabaran. Insyaallah Aamiin..

“Ya Allah Ya Rabb Beri kami kekuatan tuk Menjalani semua uji Dan Qadha-Mu, aku yakin, semua itu mengandung hikmah yang terselip, agar aku senantiasa lebih Mendekat lagi pada-Mu” 

Pada-Mu aku berharap dan pada-Mu lah aku bersujud. Bimbinglah aku.. tegarkanlah aku.. serta sabarkanlah aku.

By: #unknown 

She #NulisRandom2017

Mungkin kata kagum, salut, terpesona, terpana atau sejenisnya tidak akan bisa mewakili perasaan saya yang sesungguhnya kepada teman saya, Mbak Ayu. 

Bagi saya dia adalah gadis yang hebat, dia bisa survive dengan keadaan yang menurut saya begitu kejam, buruk bahkan menakutkan. 

Bagaimana tidak??. Dia pernah bercerita kepada saya bahwa Ibunya sudah meninggalkan dia selamanya pada waktu dia masih menginjak bangku sekolah menengah pertama. 

Ceritanya begitu menyentuh hati, apalagi saya sangat sensitif dengan kisah yang menyangkut tentang sosok Ibu. 

Almarhumah Ibu Mbak Ayu adalah seorang kasi bidang di salah satu Dinas Provinsi Jawa Timur. Kebetulan pada saat itu beliau diberi amanah untuk menjalankan suatu proyek yang sangat besar dan ditunjuk langsung oleh salah seorang pejabat terkenal di massanya. Beliah menerima amanah tersebut dan berusaha untuk menjalankan dengan sebaik-baiknya, namun yang namanya manusia jika sudah dirasuki oleh bangsa jin dan syaiton maka hatinya akan dipenuhi oleh rasa iri, dengki, dan amarah. Salah satu kasi bidang lainnya merasa tidak mendapatkan keadilan, dia tidak suka kalau proyek itu jatuh ke tangan Almarhumah Ibu Mbak Ayu. Ketika hatinya diliputi oleh berbagai rasa iri, dengki, dan amarah, maka segala cara akan dilakukan tanpa memandang resiko ke depannya. Naudzubillah mindhalik. Dia mungkin pergi ke seorang dukun yang menurutnya ces pleng dan mujarab, gunanya untuk menghancurkan Almarhumah Ibu Mbak Ayu atau lebih tepatnya mencabut nyawa Almarhumah Ibu Mbak Ayu agar lebih cepat lebih baik. Supaya proyek itu jatuh ke tangannya. Hari berganti dan bulan berlalu, kondisi Almarhumah Ibu Mbak Ayu kian memburuk sampai akhirnya beliau menghembuskan nafas terakhirnya tanpa didampingi Mbak Ayu. Karna waktu itu Mbak Ayu masih di sekolah dan dijemput oleh saudaranya ketika Almarhumah Ibunya sudah terbujur kaku di rumah. 

“Guruku tiba-tiba nyuruh aku pulang awal dengan tatapan yang beda, sulit diartikan. Guruku gak bilang apa-apa. Pas aku keluar kelas, udah ada saudaraku dan mimik mukanya sama kayak guruku. Aku waktu itu gak ngeh sama apa yang terjadi, cuma perasaanku agak nggak enak. Sampe di rumah, rame banget. Aku bingung, ini kenapa? Ada apa kok banyak orang?. Pas masuk rumah aku lihat Ibuku udah terbujur kaku. Yo sopo sing gak nangis” 

“Tahu darimana kalo Almarhumah Ibu dibuat orang??”

“Kami sekeluarga sering nemuin kertas berisi semacam ayat-ayat al-qur’an dibuntel pake tali yang dibuat dari kain kafan dan itu dipendem di pot. Trus di kantornya Ibukku juga ditemuin semacam itu di balik kursi kerja yang dipakai Ibu. Sahabatnya Ibukku juga bilang setelah Ibu meninggal, orang yang ‘buat’ Ibu itu yang nerima proyekan dan tepat pada hari dimana Ibu meninggal, orang itu ngambil uang proyekan trus uang itu dihabisin pada hari itu juga”

“Astaghfirullah..” 

“Pernah juga Ibukku ketemu sama mbah-mbah, trus mbahnya bilang kalo ada yang gak suka sama Ibukku dan buat Ibukku jadi sering sakit-sakitan. Mbahnya itu nawarin ke Ibu: gelem dibalekno to iki ilmu sihire? Tapi awakmu kudu poso mutih ndisik. Nak wes ngko tak balekno seko kene. Langsung Ibukku bilang: boten usah mbah, sakno areke. Anakke isih cilik-cilik. Kulo mboten nopo-nopo” 

Ya Allah Ya Aziz.. betapa mulianya hati Almarhumah Ibu Mbak Ayu, beliau masih memaafkan dan memikirkan nasib orang yang nantinya akan memisahkan beliau dengan keluarga tercinta. 

Tahun berlalu, karma berlaku. Sempat terdengar kabar bahwa anak dari orang yang membuat Almarhumah Ibu mbak Ayu itu hidupnya berantakan dan selalu dirundung kesedihan. Otomatis orang yang membuat itu hidupnya menjadi ikut tertekan dan slalu menangis ketika sahabat Almarhumah Ibu Mbak Ayu memamerkan hidup Mbak Ayu saat ini yang katanya: Ayu sekarang suka main-main dan liburan ke luar negeri, dia sekarang jadi PNS. 

Saya benar-benar nggak habis pikir, bagaimana bisa dia tega memisahkan seorang Ibu dengan suaminya bahkan anak-anaknya yang saat itu sedang benar-benar membutuhkan bimbingan kedua orangtua, terutama Ibu yang memiliki peran yang begitu penting. Sinting.. udah gak waras bener. Udah buta sama kehidupan  duniawi tanpa mikirin akhirat. 

Saya berdoa untuk Almarhumah Ibu Mbak Ayu. Semoga dilapangkan kuburnya, diampuni dosa-dosanya, dan dilipat gandakan amal kebaikannya. Al-fatehah.. 

Aamiin..

Jujur, saya sungguh mencintai Mama melebihi apapun di dunia dan saya tidak bisa membayangkan jika kejadian yang dialami Mbak Ayu menimpa saya, apakah saya siap?? Apakah saya mampu menjalani setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, dan tahun tanpa sosok Mama?? Apakah hati saya kuat?? Apakah saya akan membalas dendam ataukah ikhlas?? Ditinggalkan oleh seorang Ibu menurut saya adalah hal yang sangat menyakitkan, melebihi tragedi tabrakan kecil seperti jatuh dari motor atau putus dengan kekasih yang ketahuan selingkuh dengan sahabat sendiri. 

Karna sesungguhnya ketika kita ditinggalkan oleh seorang Ibu, maka kita kehilangan satu doa yang benar-benar akan dijabah oleh Allah SWT. Selain itu kita kehilangan sosok yang penuh kelembutan, tempat kita sekolah pertama kali, tempat berbagi kasih sayang, orang yang sudah mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan kita di dunia, merelakan dirinya kesakitan, mengandung selama 9 bulan, rela jungkir balik, menepis rasa lapar dan dahaga agar anaknya kenyang terlebih dulu, menahan kantuk dan lelahnya demi menyusui dan menunggu kita kala kita sedang sakit berharap sakit itu berpindah pada tubuh beliau, dan lain sebagainya yang tidak bisa diungkapkan lewat kata bahkan tulisan. Perjuangan Ibu sungguh besar. 

Sejak saat itulah Mbak Ayu hidup bertiga dengan kakak wanita (sebelum kakaknya menikah) dan Bapaknya. Beliau yang dulunya menjadi kepala rumah tangga, Ayah, dan pencari nafkah kini juga menjadi sosok Ibu bagi Mbak Ayu dan anak gadisnya satu lagi (kakaknya Mbak Ayu).

Hari-hari Mbak Ayu dipenuhi warna oleh Bapak, karena dari cerita yang tersebar Bapak Mbak Ayu ini sosok yang humoris. Cocok jadi pelawak. Bapak-able lah pokoknya. 

Namun pada tahun 2017, sekitar bulan Februari. Bapak Mbak Ayu terkena serangan stroke 1 dan sempat dirawat di rumah sakit Siti Khadijah selama 7 hari. Serangan stroke 1 mengakibatkan kedua kaki Bapak Mbak Ayu tidak bisa digerakkan. Tapi bicaranya masih bisa. 

Mbak Ayu sempat selama 7 hari tidak masuk ke kantor, hanya absen kalau sempat. Dia sibuk menunggu Bapak di rumah sakit. Ganti pampers Bapak. 

Ketika teman-teman di kantor menjenguk Bapak di rumah sakit, bukan suasana tegang yang didapatkan. Namun rileks akan candaan -candaan lucu yang dibawakan Bapak dengan raut muka serius tapi bicaranya bikin geli. 

Contohnya: ada sekitar 3 orang yang dirawat dalam satu kamar. Salah satunya seorang mbah-mbah yang sudah sepuh, beliau pensiunan guru matematika. Mbah ini suaranya medok abisss, hobinya slalu menanyakan:” obatku.. en-di?” setiap menitnya dan namanya orang sudah sepuh pastinya mengalami pikun. 

Suatu ketika ada cucunya si Mbah ini jenguk, trus cucunya ini nanya: “Mbah, iling karo kulo mboten?” 

“Emm.. sopo ya?”

“Hayo.. sopo mbah?”

“Ferdi”

“Leres. Mbah, kulo ganteng mboten?”

Mbahnya ini lagi sibuk mikir, tiba-tiba dijawab sama Bapak dengan suara tegas nan lantang.

“ORA” 

Sontak orang-orang pada ketawa, Mbak Ayu langsung minta maaf ke cucu mbahnya dan dijawab gakpapa. 

Adalagi, ketika si Mbah diajak berhitung:

” 3×3 pinten mbah?”

“6”

Trus Bapak yang ternyata daritadi nyimak langsung jawab “Salah. 3×3 kok 6?”

Si mbah ini langsung mikir lagi dengan ekspresi yang lucu abissss… 

Langsung Mbak Ayu minta maaf. 

“Waktu aku bilang: ‘Bapak nggak boleh gitu’. Seolah-olah itu perintah buat Bapak, jadi apa yang nggak boleh dilakuin malah dilakuin. Sumpah kayak anak kecil. Tapi lucu koen Fan. Aku kate guyu tapi sungkan” 

Saya masih ingat, Mbak Ayu cerita tentang Bapak pada hari Rabu di bulan April (setelah Bapak kena serangan stroke 2) dengan wajah yang berseri-seri dan ada kilatan sayang yang luar biasa dari pancaran matanya. 

“Trus Mbahnya ini lagi disuapin sama suster, seperti biasa mbahnya nanya: obatku.. en-di?. Dijawab sama susternya wonten jero mbah sampun dialusaken, dicampur kalih bubur niki. Bapakku langsung tanggep koen: diapusi kok gelem. Ojo percoyo” 

Saya ketawa.. 

Akhir bulan Maret, Bapak mengalami serangan stroke 2. Saat itu Bapak sudah pulang ke Surabaya (setelah kena serangan stroke 2, Bapak dibawa ke Probolinggo di rumah kakaknya Mbak Ayu untuk dirawat guna belajar jalan di sana dan biar ada yang nemenin. Tiap weekend sepulang kerja di hari Jum’at, Mbak Ayu selalu pulang ke Probolinggo). 

Dan pada bulan April, Allah memanggil bapaknya mbak Ayu😭 sedih.. 

ambil positifnya saja #NulisRandom2017

Umat muslim pasti sangat gembira menyambut Bulan Ramadhan atau bisa disebut juga Shahr-i yaitu bulan suci dimana diturunkannya Al-Qur’an untuk menjadi pedoman kehidupan manusia di muka bumi, dilipatgandakannya pahala apabila berbuat kebaikan seperti membaca Al-Qur’an pun mendapatkan pahala pada setiap 1 hurufnya, dileburkannya dosa-dosa setahun belakangan ini, menjernihkan lagi hati dan pikiran, menahan hawa nafsu lapar dan dahaga dengan cara berpusa, tentunya banyak lagi kenikmatan dan keindahan Bulan Ramadhan yang tidak dapat disebutkan satu-satu apalagi dihitung jumlahnya. Di Bulan Ramadhan ini kita bagaikan terlahir kembali.

Pada malam harinya, kita akan melaksanakan shalat wajib yaitu shalat isya secara berjama’ah di masjid atau mushola dekat rumah. Kemudian akan dilanjutkan dengan shalat sunah tarawih dan witir, untuk menyempurnakan ibadah puasa kita. Hari pertama, kedua, ketiga, jama’ah yang berbondong-bondong ke masjid atau mushola sungguh luar biasa. Masyaallah.. Sampai-sampai ada yang menggelar tikar di jalan luar karena tidak muatnya tempat di dalam masjid atau mushola. Memasuki hari keempat, kelima dan seterusnya jama’ah semakin maju. Maju ke depan.

Tentunya disela-sela setelah selesainya shalat isya’ atau sebelum shalat witir (selesainya shalat tarawih) pasti akan ada yang namanya ceramah. Mungkin tidak semua masjid atau mushola tapi mayoritasnya begitu. 

Nah, gunanya ceramah ini untuk mengingatkan kita pada kebaikan. Yah kita sebagai manusia terkadang sering lupa. 

Kemarin malam saya mendengarkan ceramah yang dibawakan oleh sebut saja Bapak A yang juga selaku imam pada hari itu. Si Bapak A ini mengangkat tema tentang sedekah, awal-awalnya bisa masuk dan saya terima dengan baik. Wah enak nih ceramahnya ademin ati, apalagi tadi beliau bacaan makhrujnya jelas. Saya suka. 

Lama kelamaan, beliau menceritakan tentang istri tetangganya. Begini:

Saya punya tetangga dan dia itu orang terkaya se-Manyar Sambongan, uangnya bermilyar-milyaran, usahanya dimana-mana tapi kalau istrinya ke pasar, dia suka ngenyang atau tawar menawar harga barang seperti sayuran, cabai, dan bawang. Cari murahnya. Sampai istri saya itu bilang: Pak saya baru ketemu sama orang begitu. Uangnya lho gak akan habis tapi kok sukanya nawar. Heran” 

Perasaan saya mulai gerah, seperti ada yang nggak beres dan benar saja. Bapak A ini semangat banget buat ghibah dan berprasangka buruk sama bini orang. 

Kemudian ditutup sama beliau dengan menceritakan keluarganya dan diri sendiri. 

Saya itu suka sedekah dimana-mana, mendoakan anak saya. Ada orang tua dijalan, saya kasih uang. Ada orang nggak punya, saya kasih uang. Masuk masjid saya masukkan uang di kotak. Pokoknya dimana-mana saya tabur uang. Alhamdulillahnya ketiga anak saya pada kuliah di ITS dengan jalur beasiswa dan sekarang tiga-tiganya sudah kerja di BUMN. Masyaallah.. itulah rejeki orangtua lewat anak, jadi anaknya nggak nyusahin. Gak mintain uang lagi malah kasih uang. Kemarin saya dan istri baru diberangkatin haji sama anak, dikasih sangu lagi. 

Hai alumni hati..
Apa kabarmu alumni hati?

Bagaimana hari-harimu setelah kepergianku?

Masihkah kau ingat segala tentangku?

Hai alumni hati..

Terimalah salam sapaku di hari ini

Kira-kira masihkah ada rasa untukku?

Atau bahkan adakah tempat kosong untuk ku singgahi?

Atau jangan-jangan kau membuatkanku sebuah singgasana bak ratu di relung hatimu,

Tanpa boleh siapa pun menempatinya?

Jika memang iya,

Hai alumni hati..

Yuk reuni lagi 

Tapak Tilas Sepasang Manusia #NulisRandom2017

Kenapa saya menulis ini dan mengangkat tema ini pada bahan #NulisRandom2017?  karena saya ingat cinta monyet saya ehehe.. Biasalah namanya juga pernah muda dan kalian semua pasti pernah punya cinta monyet kan?. Udah, enggak usah mengelak gitu..

Punya cinta atau monyetnya aja nggak papa kok..

Kamu juga bisa bohongin saya atau orang lain, tapi ingat kamu gak bisa bohongin hati dan diri kamu sendiri loh..

Kepingan-kepingan masa dimana saya waktu sama dia tiba-tiba aja muncul bagaikan komedi putar. Bedanya ini muter terus nggak bisa di pause. Dia kembali mengingatkan saya pada awal pertemuan kita hingga membentuk sebuah kisah perjalanan yang menurut saya cukup, sangat cukup singkat.

Dia mengaku bahwa dia adalah pengagum rahasia saya sejak kami duduk di bangku sekolah menengah pertama, saat itu pula-lah dia menaruh rasa.

Kamu tahu, bahwa rasa yang dipendam terlalu lama maka akan semakin menumpuk dan tumpukan itu akan menjadi sebuah keinginan kuat untuk memiliki?

Perlahan namun pasti dia mendekati saya, berbagai hal dia lakukan untuk saya. Asal saya senang. Tidak peduli saya membalasnya atau tidak.

Dia tetaplah dia. Dia bukan orang lain dan orang lain pun belum tentu seperti dia.

Kidsh-kisah indah kami lukis bersama. Lewat surat-suratan dengan berbagai bentuk kertas yang lucu. Awalnya tidak ada masalah, semua berjalan sempurna dan baik-baik saja. Hingga suatu ketika, salah satu diantara kami mulai berubah. Entah karena rasa bosan, ingin mencari suasana baru, atau mungkin faktor teman yang berhasil mempengaruhi. Dari situlah saya, bukan dia. Memutuskan untuk berpisah.

Dia sempat bertanya kenapa saya memutuskan hubungan begitu saja?.

Saya hanya menjawab dengan keukeuhnya bahwa kita sudah tidak cocok. Visi dan Misi kita berbeda.

Dia tidak lantas meninggalkan saya begitu saja, dia masih memberikan perhatian yang seringkali saya acuhkan, tidak saya pedulikan. Jahat memang.

Lama kelamaan teman-teman mulai mengasihinya, mungkin menyuruhnya untuk move on. Karena saya sudah menemukan lagi penggantinya. Begitu cepat.

Perhatian darinya perlahan-lahan mulai berkurang dan tak ada sama sekali, saat itulah hati saya tergerak untuk mencarinya kembali. Segala cara saya lakukan, mengirim surat permintaan maaf yang nggak pernah dibalas satu pun, menemui teman-temannya agar dapat menyampaikan niatan saya, bahkan pernah menunggunya hingga keluar kelas. Namun nasi sudah menjadi bubur. Dia udah gak respect lagi. Saking sakit hatinya mungkin.

Dua tahun kemudian kami sekelas, entah takdir sedang mempermainkan saya atau saya terkena karma. Dia jadian dengan teman dekat saya, semua itu dirahasiakan dengan rapi. Hingga suatu ketika saya menemukan sebuah surat, dia dengan teman dekat saya. Inti surat itu adalah: Sampai kapan mereka menyembunyikan kebenaran ini dari saya?. Apa nggak sebaiknya dikasih tahu sekarang?. Sebelum saya tahu dari orang lain?. Satu sisi itu akan menyakiti hati saya tapi satu sisi lagi apa keputusan untuk jadian (teman dekat vs mantan) tepat?.

Membacanya sudah merobek hati, tangis saya pecah perlahan-lahan. Saya terisak menerima kenyataan ini. Jauh dalam lubuk hati saya masih menyukainya, tapi ada teman dekat saya yang suka bahkan sudah jadian.

Salah satu teman dekat saya sampai meminta maaf, dia nggak bisa mengendalikan keadaaan. Dia gak sanggup menutupi semua dan menyakiti hati saya lebih dalam.

Akhirnya saya putuskan untuk menerima itu semua, saya mengikhlaskan mantan buat teman dekat. Karena dengan ikhlas hati jadi tenang.. damai.. tak berbeban.

Kelulusan pun kejadiaan juga, setelah lulus kami lost contact. Saya pindah rumah yang terbilang sangat jauh dari teman-teman masa sekolah menengah pertama. Tidak ada satu pun kabar dari mereka yang saya dapatkan. 3 tahun berlalu begitu saja.

Pada zaman kuliahlah, jadi newbie kami dipertemukan kembali. Dia mengantarkan saya pulang sampai rumah. Tapi tidak ada diantara kami yang meminta kontak telepon. Itulah terakhir kali saya dipertemukan dengannya.

5 tahun kemudian, takdir kembali menemukan kami dengan cara yang berbeda. Bertukarlah kontak dan baru saya tahu dia sudah ada yang punya. Terbilang serius.

Rutin bbm, sering pergi berdua tentunya tanpa diketahui pacarnya. Jahat banget..

Nah dari situlah kami mulai menapak tilas. Berakhir dengan tangis dari saya, karena dia ingin meninggalkan pacarnya untuk kembali dengan saya. Tapi saya menolak karena ini salah. Saya nggak mau jadi alasan kandasnya hubungan seseorang, itu pasti karna nafsu semata.  Nanti pun jika dipaksakan akan berakhir tidak baik atau mungkin malah lebih menyakitkan daripada kemaarin-kemarin. Berteman berada didekatnya, sudah lebih dari cukup bagi saya. Tanpa harus menjalin ikatan yang tidak seharusnya.

Aku tahu bahwa ini adalah sebuah rasa yang salah,

Kita memang pernah bersama,

Namun terpisah tiba-tiba.

Kini kita dipertemukan lagi,

Bukan untuk bersatu

Tapi untuk saling menapak tilas,

Untuk saling memaafkan kesalahan lampau.

Kini, kau tlah bersamanya..

Menjalin cerita, rindu, dan mimpi

Berbagi tawa, kasih, suka dan duka

Aku tidak ingin menjadi duri dalam hubunganmu

Aku hanya bisa mendoakan agar kau slalu diberi kebahagiaan,

Itu saja..

Kali terakhir saya bertemu dengannya, waktu dia job training di Surabaya. Dia minta untuk bertemu dengan saya sebelum dia berangkat ke Kalimantan, kerja di sana.

Banyak yang kami ceritakan mulai dari reuni SMP yang sempat diadakan setahun atau dua tahun yang lalu, pacarnya, keluarganya, pekerjaan saya, kehidupan saya, saling bertukar cara agar bisa survive di kota orang, dan saling memberi semangat serta dukungan satu sama lain.

Temenan sama dia enak, nggak ada rasa malu dan canggung sama sekali. Semua mengalir seperti air.

Hai kamu..

Makasih dulu sudah pernah mengisi hati saya,

Walaupun itu di zaman cinta monyet.

Sebentar tapi berkesan.

Makasih sudah ingat saya,

Memaafkan semua salah saya.

Bersedia jadi teman saya.

Baik-baik ya kamu.. Jangan lupa shalat.

Tetep semangat, jangan pernah nyerah.

Hidup itu adalah sebuah perjalanan yang harus ditakhlukkan,

Bukan tentang sekadar numpang makan dan minum aja.

Ini, saya punya puisi buat kamu.

Semoga suka..

Kita adalah sepasang manusia

Yang pernah bersatu, namun berpisah.

Kita adalah sepasang manusia

Yang tidak bisa bersatu lagi

Kita adalah sepasang manusia

Entah terpisah karena keadaan atau

Karena takdir yang sedang berbicara?

Kita adalah sepasang manusia

Hanya bisa saling peduli,

Tanpa bisa saling menggenggam.

Kita adalah sepasang manusia

Hanya bisa saling memandang,

Tanpa bisa saling memiliki.

Kita adalah sepasang manusia

Hanya bisa duduk berseberangan,

Tanpa bisa merengkuh.

Kita adalah sepasang manusia

Hanya bisa berdoa untuk kebahagiaan masing-masing.

Tentang #NulisRandom2017

Haha.. saya baru posting tentang #NulisRandom2017 ketika masuk hari ke-3 😂 maaf kalo saya kemarin-kemarin gak posting lebih dulu.

Alkisah.. saya menjelajahi twitter dan menemukan salah satu postingan dari nulisbuku.com yang menantang sekaligus mengajak saya, kamu, dan semua masyarakat Indonesia untuk nulis random tiap hari.

Syaratnya gak muluk-muluk, cukup niat dan minatmu ‘tuk nulis every day until the deadline of Friday, 23 June 2017.

Gunanya apa sih?

  1. Let your brain work. Let it active. Have many words. Besides, you are better prepared in many ways and your daily work will be focused.
  2. Listen to conscience. We will find surprises about ourselves that we may never have realized before. We become more understanding of ourselves, what we really want to want.
  3. Mengasah kreativitas yang terpendam, sehingga kamu bisa mendapatkan ide-ide yang brilian.
  4. Membantu memulihkan emosi.
  5. Melatih sudut pandang kita dalam melihat suatu masalah, bukan hanya satu sisi saja. Melainkan dua sisi sekaligus. Hihiww…💃
  6. Meningkatkan IQ.
  7. Belajar bertanggung jawab, karna tulisan itu adalah tanggung jawab kita. Kalau kita meninggalkan begitu saja tanpa terselesaikan, otomatis loh kita akan kepikiran sama tuh tulisan.
  8. Mengatasi writer block. Ini nih penyakit yang sering dialami oleh beberapa penulis. Saya pun juga merasakan kok, tapi tergantung bagaimana kita menyikapinya ya. Percayalah dimana ada niat, di situ pasti ada jalan. Kalau pikiran udah buntu, kepentok, gak bisa mikir lagi, kehabisan kata dsb. Bersantailah sebentar. Cari-cari referensi habis itu lanjut nulis lagi, walaupun acak kadul. Gpp. Benerinnya belakangan.
  9. Merefleksi diri. Kita bisa tahu kesalahan-kesalahan apa aja yang kita buat dan menemukan cara untuk meminimalisir kesalahan yang ada.
  10. Yang paling penting nih: I’m happy. Nulis itu buat dirimu jadi seneng kok. Percaya deh.

Buat saya menulis, membaca, dan mengkoleksi buku adalah sebagian dari kesatuan yang tidak bisa terpisahkan.

Dari situlah saya belajar berbagai macam hal, karna saya tahu bahwa belajar itu dapat dimanapun, kapanpun, dan dengan siapapun. Asalkan ada niat dan kemauan.

Saya ucapkan terimakasih untuk @byotenega ( Bapak Brilliant Yotenega) dan nulisbuku.com yang sudah mengajak kami untuk menulis random setiap hari, semoga dengan adanya #NulisRandom2017 banyak masyarakat khususnya adik-adik dan remaja-remaja turut berpartisipasi biar nggak galau-galauan lagi. Hehe..

Sekian dari saya, terimakasih.
Semangat menulis ya teman-teman.. biar bisa kayak Oom Hilman Hariwijaya dan Tante Zarra Zattira Z.R. (penulis favorit saya dari zaman SD) haha.. sstt diem-diem aja kalo dari zaman SD saya sudah baca semua karya mereka. Akakakakkk.. bye.. kiss much 😚😚😚